-
1. Plawan
Program eksploitasi air Gua Plawan dengan energi terbarukan merupakan masterpiece pertama yang diinisiasi oleh Waterplant, yang berada di desa Giricahyo, Gunungkidul. Program ini bertujuan menyediakan air baku bagi lebih dari 4000 warga Giricahyo. Infrastruktur dari program ini menggunakan sistem pengangkatan air tenaga surya (PATS) yang mampu menghemat penggunaan energi dengan didukung oleh sistem tenaga genset sebagai cadangan. Program ini dilaksanakan selama dua tahun, yang terselenggara atas kerjasama Waterplant Community, Departemen Pekerjaan Umum dan LPPM UGM.
Untuk mengoptimalkan instalasi fisik yang telah dibangun maka sistem ini juga ditunjang dengan program pemberdayaan masyarakat, dimana masyarakat dilibatkan mulai dari proses perencanaan, pembangunan, serta pengelolaan instalasi yang ada. Output dari program pemberdayaan masyarakat ini adalah dibentuknya OKAM (Organisasi Kelola Air Mandiri) yang bertugas mengelola dan mengembangkan instalasi yang telah ada serta bertanggungjawab terhadap pendistribusian air kepada masyarakat.
-
2. Tripikon
Tripikon merupakan salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan sanitasi di daerah urban yang memiliki kepadatan penduduk tinggi. Tripikon ditemukan oleh Prof Dr Hardjoso Projopangarso, dosen Teknik Sipil dan Lingkungan UGM. Keunggulan dari Tripikon adalah menghemat penggunaan lahan, karena tripikon didesain berdasarkan jumlah orang pemakai. Tripikon juga dapat ditempatkan di wilayah pasang surut dengan output berupa limbah cair yang telah memenuhi kadar aman untuk dialirkan maupun dialirkan ke dalam sumur resapan. Desain implementasi tripikon dirancang oleh waterplant bekerjasama dengan direktorat pemukiman wilayah baru departemen PU dan Amythas consultant untuk menangani sanitasi di daerah kumuh, wilayah 3-4 Ulu Kota Palembang dalam rangka proyek NUSSP New Site Development. Dari fungsi utama untuk mengatasi black water, waterplant melakukan modifikasi pada prosesnya dengan cara menambahkan bakteri pengurai limbah sehingga tidak hanya dapat mengatasi limbah organik akan tetapi juga (limbah non organik) dengan sistem komunal. Tripikon ini merupakan pilot project dalam program sanitasi di kawasan pasang surut (sungai musi) kota palembang.
-
3. Fountain Kran
“Air Siap Minum Bagi UGM dan masyarakat”
Dalam usaha menuju bangsa yang sehat berbasis air minum yang sehat, UGM sebagai universitas kerakyatan menyumbangkan aplikasi di bidang IPTEK yang bermanfaat bagi masyarakat yaitu perancangan dan pengimplementasian Fountain Kran Air Siap Minum di FT UGM. Program yang saat ini tengah dikerjakan oleh waterplant tersebut ke depannya akan menjadi media pembelajaran mahasiswa UGM (lab. Fisik dan sosial UGM) serta merupakan pilot project sistem penyediaan air langsung minum di DIY dan sekitarnya.
-
4. Rescue Intake Sistem Penyediaan Air Minum IKK Selopamioro, Kab. Bantul, DIY
Waterplant membuat desain dan mengaplikasikan intake sistem pancang pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Selopamioro, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Semula intake eksisting berada pada penempatan yang kurang tepat, yaitu di sebuah tikungan Sungai Opak. Pada saat banjir pompa yang terletak pada intake tersebut terbawa banjir.
Waterplant ditunjuk Departemen Pekerjaan Umum, dalam hal ini adalah Satuan Kerja SPAM IKK Pusat untuk menangani masalah tersebut. Dengan kondisi eksisting yang tidak memungkinkan untuk dibuat dudukan pompa yang sama, maka Waterplant membuat suatu rancangan sistem pancang.
Waterplant tidak hanya membuat desain instalasi akan tetapi juga sebagai pelaksana teknis, desain dudukan pompa sistem pancang tersebut terbukti masih kokoh sampai sekarang.
-
5. Pembentukan Perhimpunan Air Minum Masyarakat Yogyakarta (PAM-MASKARTA) D.I. Yogyakarta
PAM-MASKARTA adalah suatu ide yang muncul dikarenakan adanya keprihatinan para pakar air minum atas kurang maksimalnya fungsi PDAM di Indonesia ini. Sebagai contoh di provinsi Yogyakarta saja, baru 20 % dari seluruh kebutuhan masyarakat yang dapat terpenuhi oleh PDAM. Sedangkan 80 % lainnya terpenuhi dengan swadaya masyarakat (pengelolaan air mandiri). Oleh karena itu tercetuslah suatu ide untuk membentuk suatu paguyuban/perkumpula yang mewadahi seluruh pengelola air mandiri tersebut.
Diharapkan melalui PAM-MASKARTA, setiap informasi terkait pengelolaan air minum akan tersebar merata ke setiap pengelola air yang telah eksis di DI Yogyakarta. Program ini merupakan hasil kerjasama dengan Departemen PU Satker Pengembangan Air Minum Provinsi. PAM-MASKARTA di DIY ini diharapkan dapat menjadi pionir bagi dibentuknya PAM-MASKARTA di daerah-daerah lain, dan diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mensukseskan MDG’s 2015 dalam pencapaian pemenuhan kebutuhan air bersih.
-
6. Training Community Led Total Sanitation (CLTS)
Sumber daya air permukaan di Indonesia mengalami penurunan kualitas karena kurang pedulinya masyarakat pada dampak dari aktivitas rumah tangga yang mereka lakukan, sehingga menjadi tidak aman untuk dikonsumsi berdasarkan siklus hidrologisnya. Masih adanya open defecation dengan tanah, sungai, kali dan lain-lain sebagai media merupakan aktivitas yang membahayakan untuk kehidupan generasi selanjutnya.
Bekerjasama dengan waspola (Water Supply and Sanitation Policy Formulation and Action Planning), waterplant menginisiasi training CLTS di desa Hargomulyo, kec. Gedangsari Gunungkidul. Tujuan yang ingin dicapai dalam training ini adalah penyadaran masyarakat untuk menghentikan open defecation dan merubah perilaku masyarakat untuk hidup higienis pada tahap lanjut dari free open defecation. Adapun tujuan akhir dari training ini yaitu menjaga sumber air permukaan agar tidak tercemar dan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
-
7. Jaring Asmara Sungai Luk-Ulo, Kebumen
Dalam rangka pelaksanaan pembuatan RAPERDA sungai luk-ulo di kebumen, waterplant membantu Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak dalam penjaringan aspirasi dan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar sempadan sungai. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui pemanfaatan dan upaya konservasi sungai luk-ulo kebumen yang lebih bottom up dan terintegrasi dengan kebijakan pemerintah.
-
8. Inisiasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui KKN PPM bekerjasama dengan Departemen Pekerjaan Umum
Setelah sukses dengan inisiasi pembangunan SPAM desa Giricahyo, Waterplant bekerja sama dengan Dinas PU DIY kembali menginisiasi program penyediaan air bersih di beberapa tempat lain, yaitu:
1. Desa Sumber Arum, Kab. Sleman
2. Desa Hargomulyo, Kab. Gunungkidul
3. Kec. Turi, Kab. Sleman
Kegiatan penyediaan air baku ini tetap mengedepankan aspek pemberdayaan masyarakat dimana mahasiswa KKN PPM menjadi fasilitator dalam membantu mengatasi permasalahan penyediaan air bersih oleh masyarakat. Dengan tetap mengedepankan sustainable program dalam grand disignnya diharapkan masyarakat memperoleh kemanfaatan lebih baik dari sisi teknis maupun sosialnya dengan cara pembentukan paguyuban pengelola air di setiap dusun/desa yang ada.
-
9. Pendampingan Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Perdesaan dengan Menggukan Pompa Air Tenaga Surya (PLTS) di Dusun Sejati Desa, Desa Sumberarum, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, DIY.
Setelah berhasil menginisiasi Program eksploitasi air Gua Plawan dengan energi terbarukan di Giricahyo, waterplant melalui program KKN PPM UGM 2008 melakukan pendampingan dalam pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sederhana dengan memanfaatkan tenaga surya sebagai sumber energy. Program pembangunan SPAM sederhana dengan PATS di Sumberarum merupakan pengembangan dari program eksploitasi air gua plawan. Tujuan dari pembangunan system ini adalah sebagai laboraturium teknologi energi terbarukan. Dalam pengembangannya program pembangunan SPAM Perdesaan dengan PATS dapat dijadikan sumber pendapatan bagi desa melalui kegiatan teknowisata.
-
10. Inisiasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui KKN PPM UGM 2009
Setelah sukses dengan inisiasi Pemberdayaan Masyarakat melalui KKN PPM UGM 2008, waterplant kembali menginisiasi program KKN PPM UGM 2009, yang akan dilaksanakan di:
1. Desa Sumberarum, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman
2. Desa Sendowo, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul
Pada program inisiasi Pemberdayaan Masyarakat melalui KKN PPM UGM 2009, Waterplant memberikan pelatihan kepada mahasiswa untuk mempersiapkan mahasiswa sebelum melaksanakan kegiatan KKN di lapangan. Materi yang diberikan berupa pelatihan teknis, sosial, hukum dan training soft skill. Dengan pelatihan ini diharapkan mahasiswa dapat lebih siap untuk mendampingi masyarakat selama program KKN berlangsung.
Program Pipanisasi tahap I yang sudah terlaksana sebelumnya pada tahun 2010 di garap oleh mahasiswa KKN-PPM UGM ternyata baru dapat memenuhi kebutuhan air bersih untuk 80 kepala keluarga padahal di dusun tersebut paling tidak terdapat 305 kk. Dilatarbelakangi isu tersebut LPPM UGM bersama Waterplant Community yang dibantu oleh masyarakat mencoba mencari sumber mata air baru untuk digunakan memenuhi kebutuhan warga dusun Srunggo.